Friday, August 7, 2009

Takdir dan usaha

By : Didi suardi

Sebuah takdir yang telah di tentukan oleh sang maha kuasa, allah SWT takan bisa kita merubahnya. Kadang kita bembenci takdir padahal takdir itu sendiri memiliki eksitensi yang membawa pada kebaikan.

Kita sering mengalami sebuah penomena yang menurut akal itu jelek atau terkesan tidak adil. Allah menetapkan takdir atas kehendaknya bukan karena adanya bantuan siapa pun, allah pasti memiliki alasan kenapa terjadi seperti ini, Cuma manusia yang tidak akan sadar atas dirinya.

Jodoh, kematian ataupun rizki itu sudah menjadi urusanya. Tak ada hak bagi kita untuk membenci atau mengingkarianya, pasti dibalik semua itu (baca takdir) ada hikmah yang tersimpan, dan bisa jadi itu menjadikan diri kita jauh lebih baik.

Kata orang urusan yang terjadi di dunia ini atau takdir itu ditentukan oleh kita bukan atas kehendaknya, mereka banting tulang, peras keringat dan berusaha, karen mereka merasa dengan itu mereka bisa melawan takdir. Padahal tujuan takdir bukan disana, berusaha dan bekerja kerasa adalah sebuah keharusan layaknya seorang manusia karena jika tadak begitu dia bukan manusia namanya, melainkan hewan yang setiap harinya allah sudah mengaturnya termasuk rijkinya. Jadi kesimpulanya bekerja dan bekerja keras adalah sebuah keharusan bagi seluruh umat manusia yang ada di dunia ini. baru setelah kita melakukan itu dengan semaksimal mungkin, tapi hasilnya tetap saja seperti itu baru kita bertawakal sambil memohon pada sang mahakusa agar diberiak jalan.

Karena manusia itu takan lepadas dengan yang namanya berusaha, samapai dengan detik itu pun kita masih dituntuk untuk berusaha, dan terus berusaha. Karena allah tidak akan menyiayiakan usaha hambanya.apa lagi dibarenagi denag kesungguhan dan niat yang tulus, insya allah, allah pasti akan memberi jalan keluarnya atau bisa jadi allah menggantinya dengan yang lain.

Cairo, 05 Januari 2008. 00.27

No comments: